Wednesday, 17 June 2009

Social Networking: 10 Steps to Finding Your Target Market in Facebook

(Sepuluh Cara untuk Menemukan Target Pasar Anda di Facebook)

By Donna Gunter (c) 2009 OnlineBizU.com
SiteProNews RSS Feed - Grab the SiteProNews RSS Feed

Everyone is talking about social networking, and many claim social networking to be the panacea for all of your marketing ills. Marketing on social networking sites like Facebook, Linkedin, and Twitter can help you boost the size of your email list and help you grow your business. The key to success with this strategy is making sure that members of your target market are in your network.


(Setiap orang berbicara tentang jaringan sosial, dan banyak yang mengakui bahwa jejaring sosial seperti facebook, linkedin,dan Twitter dapat membantu anda meningkatkan perbendaharaan alamat email anda dan dapat membantu anda untuk membangun bisnis anda. Kunci keberhasilan dengan strategi ini memastikan bahwa setiap member yang menjadi target anda ada di jaringan anda.)


Facebook is very strict and very particular about how its participants contact each other. Facebook limits the number of new invitations that can be sent in a given day or week. The exact number is a Facebook secret and unknown to the public, but if you exceed this secret amount you can get booted from Facebook. However, I think if you stick with no more than 10 per day, you will probably stay within their limits. Secondly, you are permitted only 5000 friends in Facebook, so if you're successful in this strategy, you may ultimately need to create a waiting list of friends.
SEO is as Easy as Pie with Web CEO!


(Facebook sangat lah tegas dan sangat memerhatikan bagaimana para penggunanya saling menhubungi. Facebook membatasi jumlah undangan(invitation) yang dapat dikirim pada setiap hari nya atau setiap minggunya. Jumlah pasti yang ditentukan facebook itu masih menjadi rahsia dan tidak diketahui oleh khalayak, tapi jika anda tetap tidak melakukan invite lebih dari kepada 10 orang per hari, anda mungkin akan tetap berada di limit yang di perbolehkan.)

Kedua, anda diijinkan untuk hanya mempunyai 5000 teman dalam jaringan anda, jadi jika anda berhasil dalam strategi ini, mungkin anda akan harus secara dasarnya membuat daftar tunggu untuk menjadi teman.

Search Engine Optimation (SEO) adalah sangat mudah dengan menggunakan web CEO!


How do you find your target market in Facebook? Whether you're an experienced social networker or just a newbie, here are 10 secrets to growing your target market network in Facebook:
(Bagaimana anda menemukan target pasar anda di facebook? Tidak peduli apakah anda seorang pemula tanpa pengalaman ataupun seorang newbie, inilah 10 rahasia untuk menumbuhkan target market anda di facebook)


1. Update-to-date profile and/or Fan page: Before you begin a "friending" (i.e. request to become another's friend), be sure that your profile is up-to-date with an accurate description of what you do, your interests, and your contact info, including your web site URLs. If you have multiple businesses, invite people in your appropriate target market to become fans of your niche-specific fan page.

(Perbaharui profile dan atau halaman penggemar anda : SEbelum anda memulai pertemanan, misalnya mengirim request untuk di add di facebook teman anda, pastikan bahwa profile anda sudah di update dengan deskripsi yang jelas mengenai hal apa yang anda kerjakan, apa ketertarikan anda dan informasi lengkap untuk menghubungi anda, termasuk url website anda. Jika anda punya multiple/banyak bisnis, undang lah orang yang sesuai dengan target market anda dalam penggemar halaman suatu niche spesifik yang anda tentukan)


2. Follow the gurus. Follow leaders in your field/industry and "friend" them. Anytime you make a friend request, include a personal note, as that will improve the likelihood that they will accept your request. Say something like, "I'm a big fan and have been on your ezine/blog list for several years. I'd love to have you in my network in Facebook." Once they have accepted your invitation, make comments about their status updates to help you get on their radar and in front of their networks.


(ikuti para guru. Ikuti para leaders dalam bidang/industri dan jadilah teman mereka. Setiap anda membuat request pertemanan, tambahkan catatan pribadi anda , karena itu akan menambah kesukaan yang akhirnya mereka akan menerima request anda. Katakan sesuatu seperti" Saya adalah fans berat anda dan telah membaca ezine/blog list anda selama beberapa lama. Saya menginginkan anda untuk ada dalam jaringan saya di facebook." Setelah mereka menerima kita, buatlah komentar tentang status update mereka untuk membantu anda lebih berada dalam radar mereka dan tampil di depan network mereka.)


3. Friends of friends. Take a look at the people in the network of your industry leaders, as they are probably part of your target market as well, and send friend requests to those of interest to you. When you friend someone that you only know by association, send a personal note as well, like "I discovered your profile in 's network and would like to get to know you better by adding you to my network."


(Tambahkan teman dari temean2 anda tersebut. Lihat orang2 dalam network yang memiliki leader anda, yang kemungkinan juga merupakan target pasar anda, juga kirim request kepada yang anda inginkan. Pada waktu menjadikan teman seseorang disana yang hanya dikenal oleh asosiasi, kirim lah pesan pribadi anda , seperti " Saya menemukan profile anda dalam profilenya (nama teman anda), dan saya ingin mengenal anda lebih jauh dengan menambahkan anda dalam jaringan saya")


4. Use groups. Look for groups that may contain your target market. In your search for groups, use keywords that describe your niche, your industry, your geographic area, the interests of your target market, or whatever other terms you might use to find members of your target market. Join and begin to participate in the group so that they begin to get to know you. Then peruse the member lists for good prospects, sic as the members you've connected with or have gotten to know. Since you won't be able to view the profiles of the group members because they aren't in your network, much of your decision-making about whom to friend may be based upon appearance or how you might be connected to them via other friends in your network.
Drive Traffic to Your Site - Get 100 Dollars in Matched Clicks!


(Gunakan fasilitas groups. Carilah groups yang mungkin terdapat target market anda. Dalam area pencarian anda, interest/ladang target market anda. BErgabunglah dan mulai berpartisipasi dalam group tersebut , sehingga mereka mulai mengenal anda. Kemudian kumpulkan daftar member sebagai prospek2 terpilih anda, dan member member yang sudah terhubung dengan anda , yang mulai mengenal anda. Karena anda tidak dapat melihat member member dari group karena mereka bukan di network anda, banyak dari pengambilan keputusan anda tentang dalam profile siapa seseorang akan tampil atau kemungkinan anda akan terhubung pada mereka melalui memberlain dalam network anda. Arahkan trafik kunjungan ke website anda - dapatkan 100 Dollar dalam Matched Click!)


5. Check your lists. Friend people that you already know from your high school, college, alumni associations, and places of employment if they fall within your target market definition.

(Periksa daftar anda. Berteman lah dengan orang yang sudah anda kenal dari teman sekolah anda, teman kuliah, asosiasi alumni, dan tempat-tempat kerja mereka, jika mereka adalah juga target tujuan anda.)


6. Facebook-recommended friends. Facebook typically recommends friends based on your current friends list when you log into your profile. I've found these recommendations to be pretty solid. Take them up on their recommendatíon and add those folks to your network.

(Teman yang direkomendasikan oleh facebook. Facebook biasanya merekomendasikan teman2 berdasarkan pada daftar teman-teman anda saat ini, pada saat anda logging ke facebook anda. Saya lihat rekomendasi ini cukup solid juga. Ajaklah mereka yang direkomendasikan dan tambahkan teman2 baru tersebut ke network anda.)


7. Add by interest or industry. Do a people search by job title, industry, geographic location, or interest. Those people with those terms in their profile will show up in your search, and you can request to add them based on common interests.

(Tambahkan berdasarkan ketertarikan atau industri. carilah orang-orang berdasarkan pekerjaan mereka, industri yang digeluti, lokasi geografik nya, atau ketertarikan nya. Orang2 tersebut dengan berdasarkan kategori yang sedemikain rupa akan muncul dalam pencarian anda, dan anda dapat merequest untuk menambahkan mereka dalam jaringan teman anda, berdasarkan ketertarikan yang sama.)


8. Build the relationship. Once you friend someone, you need to begin to get to know them and start them on the like, know and trust journey so that you become their top-of-mind expert in a particular area. Begin building the relationship by posting a quick "thank you" note on their wall, as well as a comment about something on their profile that interests you or in which you have in common. Watch for their status updates, as well, and comment on these when appropriate.
Get Top 10 Rankings on Google!
(BAngunlah pertemanan. Setelah anda berteman, anda harus memulai untuk mengetahui leibh banyak tentang mereka dan memulai dari apa yang mereka suka, ketahui dan percayakan perjalanan anda , sehingga anda menjadi orang pertama yang mereka pikirkan. Mulailah berhubungan dengan mengirim posting ucapan terima kasih pada tembok/papan(wall) mereka., sebaik memberikan komentar tentang seseuatu dalam profile mereka yang anda sukai, atau dalan hal apa yang anda rasakan sama dengan nya. Perhatikan update status mereka juga, dan komentarilah dengan tepat. Jadilah ranking Top Ten Google!
9. Create a group. Once you've got about 500 followers, create a group for your target market. Provide the group with useful content and and ask questions to stimulate discussion and get the members to return to participate in the group. You can post articles, links to blog posts, or videos you have created. Invite group members to any free virtual or face-to-face events you're hosting.

(Buatlah grup. Pada wkt anda mendapat 100 pengikut, ciptakan sebuah group untuk target market anda. Suguhkan kontent2 yang berguna untuk group anda dan bertanyalah utnuk merangsang diskusi dan mendapatkan member-member kembali untuk berpartisipasi dalam group anda. Anda dapat mengirim article2, links ke postingan blog , atau ke video postingan anda. Undanglah group anda pada tiap kesempatan tatap muka gratis yang anda adakan.


10. Integrate into your plan. No marketing strategy works unless you consistently implement it over time. As a newbie to Facebook, you might want to spend as much as 60 minutes per day researching friends and participating in groups. As your network grows, you many spend only 15 minutes 3 times per week on Facebook. The key to success is to put this strategy on your calendar and make it a routine part of your ongoing Internet marketing tasks.

(integrasikan dengan planning anda. Tidak ada strategi mareting yang jalan , kalau anda tidak secara konsisten menjalankan nya. SEbagai pemula di facebook, mungkin anda menginginkan utnuk menghabiskan waktu anda sebanyak 60 menit per hari mencari teman dan berpartisipasi dalam group2 pilihan anda. Seiring dengan pertumbuah jaringan anda, anda bole menghabiskan waktu hanya 15 menit saja , 3 kali seminggu di facebook. Kunci sukses nya adalah menjalankan strategi ini dalam )kalender kerja anda dan membuatnya sebagai kegiatan rutin tugas berinternet anda


While social networking is an inexpensive marketing tool and can be effective in helping you grow your business, maintain your other marketing strategies, as well, and simply add this strategy to your marketing mix. A well-rounded Internet marketing plan that includes social networking and is implemented consistently will mean that your prospect well won't ever run dry.

(Sementara jejaring pertemanan sosial adalah alat marketing yang murah, dan dapat menjadi alat yang efektif dalam mengembangkan bisnis anda, peliharalah strategi marketing anda, sebaik dan sesederhana mungkin. dan tambahkan strategi ini dalam campuran marketing strategi anda. Rencana/planning marketing anda yang sempurna yang mengikutsertakan jejaring sosial dan diimplementasikan secara konsisten kan berarti bahwa prospek2 anda tak akan kekurangan/tiada habis nya )

About The Author
Online Business Coach Donna Gunter helps baby boomers create profitable online retirement businesses by demystifying the steps needed to successfully market a baby boomer business online. Would you like to learn the specific Internet marketing strategies that get results? Discover how to improve your visibility and get found online by claiming your FREE gift, TurboCharge Your Online Marketíng Toolkit, at ==> OnlineBizU.com .
Tentang penulis

Pelatih Bisnis Online Donna Gunter membantu para pemula untuk membuat bisnis penyangga masa pensiun dengan memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk dapat membasarkan bisnis pemula secara online dengan sukses. Apakah anda menginginkan untuk mempelajari ketrampilan marketing tertentu yang benar2 menghasilkan? TEmukan bagaimanca caranya utnuk memperbaiki kepopuleran website anda dan ditemukan di dunia internet dengan mengklaim kado gratis anda , Turbocharge Peralatan Online Marketing Anda di OnlinebizU.com

Diterjemahkan bebas oleh : Tjen Tjiap Nyan

Wednesday, 10 June 2009

Sales and Marketing Success Tips

There is no doubt that referer; the guys to whom you just sold your products/and or services ; your existing clients and your old and current customers are 4 easiest sources to get another sales coming up. Lots of you are very confuse where to get your new sales from.

(Adalah tidak perlu disangkal lagi bahwa referensi ;orang yang baru saja beli dari anda; nasabah anda saat ini dan nasabah2 lama anda adalah 4 sumber yang termudah untuk mendapatkan penjualan. Banyak dari kalian yang bingung mencari nasabah baru.)


First, the fact that continuous promotion fees; looking new source and using direct mails for looking for new customer is not recommended. Same thing, if your time consuming for prospecting and or cold call finding new customers.



(Pertama,kenyataan bahwa biaya promosi yang terus-menerus; mencari sumber baru dan menggunakan direct mail untuk mencari nasabah baru tidaklah disarankan. Juga, waktu yang anda butuhkan untuk melakukan prospekting dan atau 'cold call' untuk mencari prospek baru juga tidak disarankan bagi seorang profesional.)


So,there is the fifth way, that is another sales force!


Lets just face it, we as a marketer/agent very pleased to be able to be sold, there fore. please consider to make another relation with other sales person/marketer.



(Jadi, ada cara ke 5, yaitu Agen penjualan yang lainnya!
Hadapi kenyataan, kita sebagai agen SENANG untuk bisa dijual.Oleh karenanya coba untuk menjalin hubungan dengan sesama agen penjualan.)



Even though it is so, do not look for me if you are an amateur, because i can finished you at lunch and may be will make your day a mess. But if you are a pro, i will buy almost everything. We are happy if you could scale it in professional perspectives to estimate our needs, we will thank you by the time you design a presentation which is suit our needs, what we wanted, and our desires.


(Walaupun demikian, jangan cari saya kalau anda seorang amatir karena saya bisa menghabisi anda disaat makan siang dan mungkin akan membuat hari anda kacau. Tetapi jika anda seorang Pro, saya akan membeli hampir semuanya.Kami senang jika anda dapat menilai dalam proporsi profesional untuk menentukan kebutuhan kami, kami akan berterimakasih pada saat anda merancangkan presentasi yang sesuai dengan kebutuhan kami, keinginan dan hasrat kami.)

And ofcourse we will agreed and very pleased when you close the sale with other styles : so, what else you were thinking?"

(Dan tentu saja kita akan setuju dan senang sekali pada saat anda melakukan penutupan dengan hal lain selain : jadi, apa lagi yang anda pikirkan ?")



Success Tips…
The Power of Visualization

You've probably heard of many great stories and examples of the power of Visualization, including the POW who played 18 holes in his head everyday for his 8 years of imprisonment and then shot par his first day back on the Golf Course. When you learn to visualize the end result of your efforts, it dramatically increases the odds for a successful outcome.

If you're planning on buying a different car within the next year, go to the Dealership today and take a camera. Have a friend or the Salesperson snap your picture sitting in the exact model that you want and have your local Photo Store or Drug Store blow it up into a Poster. Then, look at it many times each day, as you are reading your written Goal out loud and be prepared for some amazing results.

Success isn't a matter of chance!
It's a matter of the choices your make!



Regards,

Yoga – ABA

Pola Pikir Dalam Menghadapi Kegagalan

Banyak orang dalam perjalanan mencapai sukses, sering kali mengalami kegagalan demi kegagalan secara beruntun. Pada akhirnya membuat mereka menyerah. Tapi apakah benar mereka gagal? Sebenarnya, kemungkinan besar mereka tidaklah gagal, tetapi menyerah terlalu cepat untuk mencapai sukses.


Kegagalan dalam suatu bidang usaha dimana banyak orang yang sudah terbukti bisa sukses, sebenarnya tidak akan terjadi,asalkan kita mau belajar dari orang yang sukses dibidang tersebut dan kita mengerti tentang konsep “Large Number” atau konsep “Angka Besar”.

Konsep inilah yang digunakan oleh Kolonel Sanders yang berhasil menawarkan resep KFC-nya pada orang ke 1008 dan juga Thomas Alva Edison yang berhasil menciptakan lampu pijar pada percobaan ke 10.082.


Konsep ini sudah biasa digunakan dalam kehidupan umum. Bahkan digunakan juga oleh para pengemis! Coba saja anda simak, di perempatan lampu merah manapun dapat dijumpai banyak pengemis. Saat mobil berhenti, pengemis akan datang dan dengan nada memelas menyampaikan kepada kita, “Pak, sudah 2 hari saya belum makan Pak!”, Pintanya berkali-kali. Jika kita tidak hiraukan, maka mereka akan pergi dan pindah ke mobil berikutnya. Dipampanglah mimik wajah yang lemas dan berkata lagi, “Bu, 2 hari saya belum makan, tolong saya Bu...!”. Hal ini dilakukannya berkali-kali sampai ada yang mau memberikan uang kepadanya karena rasa tidak tega. Jika lampu hijau menyala, mereka akan pergi, dan kembali lagi saat lampu merah. Karena mereka percaya, dari sekian banyak pengemudi, pasti ada satu-dua orang yang iba. Hal ini berlanjut terus dari pagi sampai sore. Dan para pengemis pun bisa mendapatkan uang yang cukup banyak. Bahkan, sebuah rumor dari luar negeri, ada orang muda terdidik yang khusus menjadi pengemis sebagai profesi hingga bisa membeli sebuah apartemen. Nah, mengapa ini bisa terjadi? Karena mereka memahami konsep “Large Number”.


Konsep “large number” juga banyak digunakan dalam berbagai industri penjualan. Di industri tertentu, berdasarkan data statistik, kalau kita menawarkan produk kepada 10 orang, maka ada kemungkinan 1 orang yang mau. Mungkin anda pernah berkata, “Wah, saya sudah lakukan 10x bahkan sampai 15x, tapi belum ada yang mau juga!”

Bisa jadi memang betul anda belum berhasil, tapi apakah faktor eksternal yang menyebabkan ketidakberhasilan itu?

Sudahkan anda periksa diri?

Apakah pada saat bertemu orang, penampilan dan cara bicara sudah profesional?

Apakah anda benar-benar mengerti kebutuhan lawan bicara?Sudahkan berkonsultasi dengan seorang mentor handal?

Coba anda renungkan.



Nah, untuk mendapatkan hasil yang optimal dari konsep ini, anda bisa memadukan konsep “Large Number” dengan “berpikir positif” sehingga merubah cara anda dalam berpikir dan bertindak. Begini caranya, misalkan omzet untuk penjualan anda kepada 1 orang itu Rp. 10jt. Simple saja, Rp. 10jt itu dibagi rata ke 10 orang. Jadi, setiap bertemu 1 orang berarti nilainya Rp. 1jt. Jika orang pertama tidak mau, maka anda berkata, “walaupun belum mau, Waah, saya sudah dapat Rp. 1jt! Jika yang ke 2 tidak mau juga, maka anda pun berkata, “Wah.. saya sudah dapat Rp. 2jt nih! dan seterusnya.



Nah,kondisi ini akan membuat anda lebih bersemangat dan antusias sehingga akan menular ke lawan bicara. Semakin mendekati orang yang ke 10, maka anda akan semakin mendekati ke penjualan yang sesungguhnya. Dalam prakteknya, transaksi bisa terjadi pada orang ketujuh bahkan orang ketiga atau keempat..

Jadi, ubahlah mindset anda! Maka Puncak Kesuksesan akan berada di anak tangga berikutnya!

So NEVER … NEVER GIVE UP, JUST DO IT WITH MORE AND MORE POSITIVE THINKING ...



Salam Fantastis ...
Sanya Yogatama

Senior Trainer
All Business Training Division